Teknologi QLED dan Teknologi OLED

Teknologi QLED dan Teknologi OLED

Teknologi terus berkembang semakin canggih, mulai dar teknologi hp, computer, laptop, tv dan teknologi lainnya. Artikel ini yang akan saya bahas yaitu teknologi tv namun tv yang akan kita bahas adalah tv premium. Mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama tv LCD, LED, OLED dan QLED, namun kali ini saya akan membahas tentang teknologi tv QLED dan OLED, karena kedua teknologi ini untuk saat ini merupakan teknologi yang paling canggih terutama pada fitur layarnya. Nah mari kita simak ulasannya.

Yang pertama saya akan membahas teknologi QLED. Teknologi QLED merupakan teknologi quantum dot display atau biasa disebut QLED, sebenarnya teknologi ini merupakan perkembangan dari Quantum dot Light Emitting Diode yang dikembangkan oleh teknologi Korea Selatan. Sedangkan teknologi OLED (Organic Light Emitting Diode) merupakan sebuah teknologi yang dikembangkan oleh Sony dan LG.

QLED

Intinya teknologi QLED dan OLED merupakan dua jenis teknologi TV yang berbeda. Dan mari kita bahas perbedaanya. Teknologi QLED sendiri merupakan TV LED yang memakai teknologi titik quantum untuk meningkatkan performa gambar supaya lebih tajam dan kontras. Samsung sendiri mengklaim, teknologi QLED mampu menghadirkan tingkat kecerahan yang lebih tinggi akan tetapi tetap nyaman untuk dilihat. Selain itu teknologi QLED juga dapat menghasilkan volume warna yang lebih kental hingga tingkat kepenuhan 100 persen.

Oleh karena itu, TV QLED bisa menampilkan seluruh warna secara tepat termasuk dalam berbagai kondisi kecerahan, kecerahan sendiri sekitar 1.500 sampai 2.000 nits. Just info, teknologi TV QLED Samsung sudah menerima akreditasi untuk layar yang menampilkan volume warna hingga 100 persen. Dan Akreditasi itu untuk pertama kali dilakukan di tahun 2017 serta diberikan oleh asosiasi sertifikasi pengujian kelas dunia yaitu Verband Deutscher Elektrotechniker atau disingkat VDE.

Teknologi yang ditawarkan Samsung ini merupakan hasil pengambil alihan dari  penggunaan material baru yaitu metal alloy untuk quantum dot. pemakaian material itu memungkinkan TV secara signifikan menghadirkan rentang warna yang ditingkatkan, dan detail lebih baik dibanding televisi konvensional. Teknisi Samsung TV R&D Team Martin Kim mengemukakan teknologi Quantum dots terbaru ini juga bisa menghadirkan warna hitam lebih pekat. Selain itu  teknologi terbaru ini mampu mempertahankan detail gambar tergantung pada keadaan internal dan eksternal televisi.

Gambar yang dihasilkan QLED mampu dipertahankan secara otomatis, dari kondisi konten yang gelap maupun terang, termasuk apabila konten itu diputar di dalam ruangan temaram atau cukup cahaya, ucap Martin. Warna yang dihasilkan juga dipastikan bertahan, walaupun dilihat dari sudut pandang berbeda-beda. Bukan hanya itu saja, teknologi QLED TV mendukung hampir seluruh DCI-P3 Digi Color US, merupakan standar dari tingkat kecerahan. DCI-P3 merupakan tolak ukur industri film Amerika Serikat untuk representasi warna serta standar pada 2D yang menghitung tampilan warna sebuah layar.

Tidak hanya dari segi teknologi, model QLED TV diciptakan lebih ramping dengan tampilan nyaris tanpa bezel, dan proses instalasi TV jauh lebih mudah. Tentu berbeda dengan QLED, OLED sendiri merupakan layar emisif yang butuh jutaan LED kecil yang bertujuan untuk mengisi layar TV. Pada layar OLED mempunyai karbon organik yang mampu menghasilkan cahaya di setiap layar. Selain itu molekul dari karbon organik ini tidak membutuhkan lampu dan mampu menerangi dirinya sendiri dan bisa menghasilkan tingkat kecerahan yang seimbang dengan pewarnaan yang lebih realistis.